SENI OLAH PERNAFASAN

TENAGA DALAM

PANCA TUNGGAL SEGARA

Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara adalah sebuah seni yang merupakan gabungan tiga unsur kekuatan yang dilakukan secara bersamaan, seperti tiga unsur waktu. Ketiga unsur itu adalah NAFAS, GERAK, dan DZIKIR. Kita diajari bagaimana mengolah nafas, gerak, dan dzikir secara bersamaan dan teratur, seperti unsur waktu. Kita diberi waktu dalam sehari semalam 24 jam dan dibagi 3 berdasarkan kegiatan kita sehari-hari, sehingga 24 jam : 3 = 8 jam. Kita melakukan kegiatan secara bersamaan; 8 jam kita bekerja, 8 jam kita istirahat, dan 8 jam untuk beribadah.

Dalam Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara, seorang siswa dituntut kesabaran, ketekunan, dan kedisiplinan. Yang dimaksud dengan NAFAS, GERAK, dan DZIKIR itu adalah :

NAFAS : Kita dilatih mengolah nafas dengan menarik nafas sedalam dan sekuat mungkin dengan waktu yang telah dihitung, kita mengisi paru paru kita dengan oksigen yang bersih, tahan di paru-paru kita selama hitungan yang telah ditentukan, setelah itu kita mengeluarkan nafas pelan-pelan sesuai hitungan waktu nyang telah ditentukan. Kita menghirup oksigen (O2) yang bersih dan kita mengeluarkan karbondioksida (CO2) ke alam bebas. O2 yang kita ambil diproses secara alamiah oleh organ dalam kita dicampur dengan sari pati makanan yang telah diolah juga dan disebarkan keseluruh tubuh. Bila dilakukan scara teratur timbullah efek-efek alami yang mana dari olah nafas itu secara spontan membangkitkan dan menghidupkan sel-sel saraf, aliran-aliran darah yang sudah menutup menjadi terbuka kembali, dimensi-dimensi bawah kesadaran kita perlahan-lahan bangun atau bangkit, yang membuat seluruh panca indra kita terbuka, peka, dan mawas.

Dalam olah pernafasan kita mengenal pernafasan sama sisi dan kita di sini memakai sistem tiga sisi, artinya tarik nafas, tahan nafas, keluarkan nafas dengan waktu yang sama yaitu 3  :3 : 3 atau 5 : 5 : 5 hitungan atau ketukan begitu seterusnya. Dalam menarik nafas kita memakai 2 : 1, artinya kita menarik nafas dengan kedua lubang hidung dan mengeluarkanya dari mulut. Hasil dari latihan ini adalah kita menemukan kesehatan yang alami.

GERAK : Yang dimaksud gerak disini adalah kita melatih menggerakkan anggota badan kita: tangan, kaki, kepala, dan tubuh kita dengan gerakan yang seirama dan teratur, juga terprogram dengan metode 4 mata angin, artinya kita berlatih bergerak dengan searah memutar ke arah kanan, kiri, depan, dan belakang agar ada kesimbangan dari alam, karena kita secara langsung sudah dalam posisi ketergantungan, juga agar ada kesimbangan unsur elemen kita yaitu air, tanah, logam, dan kayu; barat unsur air, timur unsur logam, selatan unsur tanah, utara unsur kayu.

Dalam gerak ini kita melatih otot-otot, tulang, kulit, dan segala yang berhubungan dengan badan. Bila kita berlatih secara teratur, disiplin dan terprogram, kita akan menemukan kesehatan yang alami, seluruh tubuh akan menjadi lebih kuat, semangat, penyakit-penyakit dalam tubuh perlahan-lahan menjauh dari tubuh karena kita telah mempunyai daya tahan secara alami. Juga, kepekaan kita secara alami telah bangkit di tubuh kita sehingga perabaan, penciuman, pendengaran, serta penglihatan lebih tajam dan awas.

DZIKIR : Dzikir di sini, kita memberikan suatu dzikir pada semua siswa dengan tujuan biar terarah, termotivasi, dan tersugesti. Dzikir bisa berupa ayat-ayat atau kalimat-kalimat yang mudah dipahami oleh hati dan pikiran. Setiap kita menarik nafas dibarengi gerakan bersamaan dengan itu kita mengucapkan dalam hati suatu ayat atau kalimat yang mana kita telah pahami arti dan maknanya, sehingga hati kita paham dan memberi sugesti pada seluruh organ, saraf, dan otot apa dan bagaimana yang dimaksud.

 DZIKIR dalam mengolah nafas di sini adalah sambil mengagungkan sang PENCIPTA yang telah menganugerahkan nikmat yang tidak terbatas dan tidak terhingga dari mulai kita tidur, bangun dan tidur lagi. Kita mensyukurinya dalam setiap langkah dan gerak termasuk dalam latihan Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara disertai tarikan nafas, bergerak dalam menahan nafas, berdzikir sambil bergerak dan terik nafas adalah kesempurnaan dalam latihan Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara sehingga tarikan nafas yang kita hirup betul-betul murni dan mengandung hawa dimensi yang berbeda. Di samping itu, menarik nafas sambil berdzikir membuat kita lebih konsentrasi, terarah, dan fokus. Gerakan kita yang disertai dzikir menjadi lebih rileks, santai, dinamis, sehingga tidak ada rasa capek, lelah, dan bosan, malah menambah semangat sehingga latihan yang begitu lamanya seperti sebentar, itu dikarenakan keikhlasan dalam latihan, karena suatu keinginan yaitu sehat jasmani dan rohani. Apabila kita sehat yang timbul dalam keseharian adalah semangat, tidak stres, penyakit tidak bersemayam dalam tubuh karena kita mempunyai daya tahan tubuh yang prima. Di samping itu membuat diri kita menjadi lebih muda.

Bagaimana cara bergerak dan bernafas sambil berzikir….?

 

Contoh : Dalam posisi siap dan konsentrasi kaki kanan melangkah ke depan sembari kedua tangan dimajukan kedepan, perlahan-lahan tangan kanan ditarik ke bawah sambil diputar ke atas, hingga ke dada dan telapak tangan menghadap ke depan, dalam tarikan tadi menarik nafas dalam-dalam, pelan-pelan dalam hitungan tiga disertai dengan berdzikir YAA LATIF…nafas ditahan dalam hitungan yang telah ditentukan, perlahan-lahan nafas dikeluarkan sambil mendorong tangan ke depan sambil mengucap dzikir dalam hati dengan dzikir YAA LATIF…dengan hitungan yang juga telah ditentukan. Begitu seterusnya dalam latihan hingga selesai.

Itu salah satu contoh yang dimaksud dalam NAFAS, GERAK, dan DZIKIR.

Sekelumit Kapur Sirih dari Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara

 

Apa dan bagaimana tentang Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara tidak mungkin dijelaskan di sini semuanya karena keterbatasan tempat dan waktu. Oleh karena itu, untuk memahami secara lengkap dan sambil belajar bisa menjadi bagian dari anggota perguruan Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara.

Bagaimana menjadi anggota perguruan Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara akan dijelaskan di belakang.

Menjadi anggota perguruan Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara ada dua cara, yaitu anggota langsung dan anggota tidak langsung. Anggota langsung artinya bisa latihan tiap saat dan berketemu langsung kerena jarak dan waktu yang memungkinkan. Anggota tidak langsung adalah dengan metode les dan bisa latihan sendiri di rumah karena jarak yang jauh antar daerah, pulau, bahkan dari luar negeri.

Hasil Latihan Seni Olah Pernafasan Tenaga Dalam Panca Tunggal Segara

 

Setelah kita berlatih dengan disiplin dan istiqomah kita akan mendapatkan hasilnya, sebagai berikut :

  1. Syukur alhamdulillah kita bisa jadi lebih sehat JASMANI, ROHANI, LAHIR dan BATIN.
  2. Syukur alhamdulillah kita bisa jadi peka kerena seluruh panca indra kita lebih awas dan  mawas.
  3. Syukur alhamdulillah kita diberi kemampuan untuk menjadi juru PENYEMBUH dan bisa berarti bagi orang lain, lebih bermanfaat bagi orang lain, dan hal itu merupakan kenikmatan yang tiada nilainya.
  4. Syukur alhamdulillah kita diberi kepekaan berinteraksi dengan lingkungan di sekitar kita termasuk alam ghaib.
  5. Syukur alhamdulillah kita bisa diberi kemampuan untuk mendeteksi yang orang lain tidak bisa, seperti mencari sumber mata air, benda hilang, jejak orang hilang, jejak maling atau pencuri, dll.
  6. Syukur alhamdulillah kita diberi kemampuan untuk memagari pekarangan kita hingga jarak 1 km dari pencuri terhadap teluh, guna-guna, dan penyakit kiriman.
  7. Syukur alhamdulillah kita bisa meniru gerakan silat, karate, dan lain-lain dari mana saja yang pada awalnya kita tidak bisa menjadi bisa, dalam kesadaran diri.
  8. Syukur alhamdulillah kita mempunyai pertahanan diri yang kokoh dari serangan apapun baik itu tangan kosong ataupun benda tajam, langsung ataupun tidak langsung, nyata ataupun ghaib.
  9. Syukur alhamdulillah yang tak terhingga sekali pada ALLAH SWT, kita diberi kesabaran yang lebih sabar dari sebelumya. karena puncak dari hasil latihan ini adalah kita bagaimana menjadi lebih sabar dan sabar, karena kita bisa dan mampu menahan amarah dan emosi kita, dan menjadi manusia-manusia yang lebih sabar dan sabar lagi.

RASULULLAH SAW berkata peperangan yang lebih berat dari perang UHUD masih ada. “Apa ya RASUL?”, tanya para sahabat, “yaitu berperang dengan HAWA NAFSUNYA”.

Sehebat apapun diri kita, sesakti apapun diri kita, dan setinggi apapun ilmu kita, bila masih belum mampu mengalahkan hawa nafsunya, maka diri ini kita ini tidak lebih mulia daripada seekor hewan baik itu di hadapan  manusia apalagi di hadapan ALLAH SWT.

Demikianlah sekelumit yang bisa kami terangkan karena hasilnya lebih dari itu setelah menjadi anggota langsung ataupun tidak lansung.

Metode Latihan